Wow…! Sangarnya Robot Anjing Militer Buatan AS
Tech. Sgt. John Rodiguez, 321st Contingency Response Squadron security team, patrols with a Ghost Robotics Vision 60 prototype at a simulated austere base during the Advanced Battle Management System exercise on Nellis Air Force Base, Nev., Sept. 3, 2020. The ABMS is an interconnected battle network - the digital architecture or foundation - which collects, processes and shares data relevant to warfighters in order to make better decisions faster in the kill chain. In order to achieve all-domain superiority, it requires that individual military activities not simply be de-conflicted, but rather integrated ??? activities in one domain must enhance the effectiveness of those in another domain. (U.S. Air Force photo by Tech. Sgt. Cory D. Payne)

Wow…! Sangarnya Robot Anjing Militer Buatan AS

Wow…! Sangarnya Robot Anjing Militer Buatan AS – Angkatan Udara Amerika Serikat menggunakan robot hewan seperti anjing robot dalam latihan militer di Mojave Desert. Teknologi ini diprediksi akan menjadi perkembangan teknologi yang mendominasi perang di masa depan.

Manajemen Pertempuran Lanjutan (ABMS) pada teknologi anjing robot militer tersebut dikatakan memiliki tiga taring elektronik. Selain itu,  teknologi anjing robot tersebut sudah menggunakan kecerdasan buatan yang memungkinkan kemampuan analisis data secara cepat. Anjing robot militer ini juga memiliki sistem perlawanan terhadap berbagai serangan seperti rudal dan berbagai senjata lain.

Tentara dari AU Amerika mengirim anjing robot tersebut ke luar dari pesawat Air Force C-130 untuk mengecek potensi ancaman di sekitar landasan pacu di bandara. Ini dilakukan untuk melindungi pasukan dari kemungkinan bahaya yang mengintai di sekitar lokasi.

Militer AS menyebut ini sebagai Advanced Battle Management System. Sistem robot ini menggunakan teknologi kecerdasan dan analitik data cepat untuk mendeteksi dan melawan ancaman terhadap aset militer AS di luar angkasa.

Foto: CNN

Teknologi ini juga digunakan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan di dalam negeri menggunakan rudal atau senjata lain. Asisten Sekretaris Angkatan Udara Bidang Akuisisi, Teknologi, dan Logistik, Will Roper, mengatakan tentara butuh pasokan data super cepat untuk bisa bertempur secara efektif.

“Menghargai data sebagai sumber daya untuk pertempuran. Ini sama pentingnya dengan pesawat jet tempur dan satelit. Ini merupakan kunci pada pertempuran generasi berikutnya,” kata Roper terkait penggunaan robot anjing ini.

Teknologi anjing robot militer atau ABMS ini menggunakan beberapa cabang tempat militer AS sebagai tempat uji cobanya. Pangkalan Angkatan Udara Nellis di Nevada menjadi salah satu tempat pengujian dari ABMS tersebut.(teknologi.id)

Info ruanglab lainnya:

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *